Arsip

  • Jurnal Persaingan Usaha
    Vol 2 (2021)

    Jurnal persaingan usaha ini merupakan kali kedua di tahun 2021. Substansi yang diberikan semakin beragam, mulai dari permasalahan penerapan pasal di undang-undang persaingan usaha, studi kasus atas putusan KPPU, merger dan akuisisi, kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi digital, bahkan hingga permasalahan ibukota baru. Menarik memang, membaca berbagai sudut pandang analisis yang dilakukan penulis dalam edisi kali ini. Permasalahan merger dan akuisisi khususnya, selalu mendapat perhatian berbagai peneliti. Isu ini memang menjadi isu yang sangat menarik untuk dikaji, khususnya dalam masa pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

  • Jurnal Persaingan Usaha
    Vol 1 No 1 (2021)

    Alhamdulillah, dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, kita berhasil membuat suatu jurnal rutin bagi keilmuan hukum dan kebijakan persaingan usaha serta pelaksanaan pengawasan kemitraan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Jurnal ini merupakan milestone atau titik tolak yang penting bagi pengembangan keilmuan serta memberikan wadah bagi praktisi, peneliti, maupun pemerhati persaingan usaha dan kemitraan UMKM. Tentunya jurnal ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen para pihak yang terlibat di dalamnya.

  • Jurnal Persaingan Usaha
    Vol 3 (2022)

    Selamat datang di edisi ketiga, Jurnal Persaingan Usaha. Mengawali edisi di tahun 2022 ini, tidak ada kalimat yang tepat selain syukur, atas diselesaikannya edisi ini. Tidak mudah memang, untuk menghasilkan jurnal secara konsisten baik secara substansi maupun tenggat waktu terbit yang dikomitmenkan. Isu persaingan usaha merupakan isu yang terus berkembang, dan tidak semua pihak dapat dengan mudah mengetahuinya. Dalam jurnal kali ini, kami melihat adanya perkembangan dari sisi tema-tema yang dibawakan. Tema yang ditulis juga mulai sejalan dengan tema-tema yang ditetapkan. Mulai dari masalah penegakan hukum kepada kemitraan, serta tema-tema baru seperti kepatuhan persaingan usaha dan ekonomi hijau. Analisa yang dilakukan serta rekomendasi yang dipakai juga menarik. Di sisi lain memang masih dibutuhkan berbagai pengembangan pengembangan dalam konteks rekomendasi dan kedalaman analisis yang dilakukan.

    Salah satu tema yang diprioritaskan dalam edisi kali ini adalah terkait kepatuhan persaingan usaha. Sejalan dengan dikeluarkannya peraturan KPPU terkait kepatuhan persaingan usaha pada tahun 2022. Tema ini tentunya menarik bagi akademisi dalam menggali sejauh mana program kepatuhan persaingan usaha dapat efektif dalam mencegah perilaku anti persaingan, serta bagaimana model penilaian kinerja atas program kepatuhan tersebut. Selain kepatuhan, isu kemitraan usaha mikro kecil dan menengah juga tema yang turut diprioritaskan. Tidak hanya di Indonesia, namun isu tersebut juga mendapat perhatian lebih di kawasan ASEAN.

    Kami berharap Jurnal Persaingan Usaha kedepan dapat menjangkau tema yang lebih baru serta dapat meningkatkan kolaborasi antar akademisi dalam mempersiapkan jurnal tersebut. Berbagai kolaborasi mulai terlihat dalam jurnal kali ini. Tentunya ini akan berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas jurnal di masa mendatang.

    Kami menyadari bahwa dengan isu-isu umum terkaitan persaingan usaha seperti impelentasi pasal, studi kasus, atau analisa putusan masih menarik untuk terus digali. Isu baru seperti green competition, collaborative competition, atau bahkan posisi persaingan usaha di masa resesi ekonomi terhitung masih baru di Indonesia. Isu ekonomi hijau misalnya, masih terbatas di bidang financial incursion dan belum masuk ke aspek persaingan usaha. Tidak heran dalam pertemuan G20 tahun ini, isu persaingan usaha masih belum mendapat perhatian. Namun demikian, isu tersebut perlu menjadi perhatian di Jurnal Persaingan Usaha berikutnya, agar perhatian publik dan akademisi mulai mengarah kepada isu-isu tersebut. Tidak ada yang bisa memulai diskusi isu tersebut, selain dunia penelitian. KPPU berharap banyak bagi kalangan akademisi untuk memulai diskusi tersebut melalui torehan kata dan kalimat mereka. Kami tunggu.